July 17, 2020

Sejumlah Nama Beredar, Indra Sjafri Pastikan Belum Ada Kepastian Soal Naturalisasi Pemain

Direktur teknik PSSI, Indra Sjafri, menuturkan hingga saat ini belum ada kepastian soal pemain yang akan dinaturalisasi oleh PSSI demi memperkuat timnas Indonesia U-19.

Beberapa waktu lalu, Indra memaparkan bahwa PSSI tidak menutup diri untuk memperkuat timnas U-19 dengan cara naturalisasi pemain. Hal itu juga tak dibantah oleh Moch Iriawan, ketua umum PSSI.

Pasalnya, Indonesia bakal menjadi tuan rumah pada Piala Dunia U-20 2021, dan timnas U-19 merupakan tunas dari tim yang akan berlaga di event tersebut. Pemain muda yang memiliki darah Indonesia, kini dalam pantauan.

“Jadi, kalau ada yang mendengar naturalisasi belum ada rencana itu,” ungkap Indra pada webinar Pengembangan Manajemen Suporter Sepakbola.

“PSSI 100 persen akan menyerahkan kepada Coach Shin [Tae-yong, manajer pelatih timnas Indonesia] apakah dengan diisi anak Indonesia, target lolos grup itu bisa dicapai,” sambung sosok asal Sumatera Barat itu.

Sejumlah nama yang beredar dan disebut dalam pantauan PSSI, termasuk Shin Tae-yong, antara lain Elkan Baggot, Joseph Ferguson Simatupang, Jack Brown, Stefan Antonic, hingga Nyoman Paul Fernando Aro. Tiga nama pertama merumput di Liga Inggris.

Secara pribadi, Indra cukup yakin dengan stok pemain timnas U-19 yang sudah ada saat ini. Piala Asia U-19 2020 yang akan dilaksanakan di Uzbekistan akan menjadi dasar evaluasi di mana kekurangan dari Garuda Muda menuju Piala Dunia U-20.

“Anak-anak kita sekarang adalah anak-anak yang dari usia 16 kemarin sudah mengikuti beberapa event internasional, AFF, Piala Asia U-16 dan mereka berprestasi. Bahkan hampir lolos,” ucap Indra.

“Selama itu digiring terus oleh coach Fakhri [Husaini, eks pelatih timnas U-16 dan U-19] sampai ke usia 19 kemarin. Jadi kalau dilihat profil pemain cukup untuk bersaing sebenarnya.” tukasnya.

Saat ini persiapan untuk timnas U-19 menyambut Piala Asia U-19 belum digelar. Tae-yong berniat membawa seluruh pemain untuk melaksanakan pemusatan latihan di Korea Selatan, dengan pertimbangan lebih aman karena angka kasus virus corona di Indonesia masih tinggi.